.

Total Pageviews

FLB

Jangan Klik Ini, Main Game dapat Euro, Bakal Ketagihan

Play Strategy Game on MarketGlory

Powered by Blogger.

Written By Unknown on Wednesday, 2 April 2014 | 4/02/2014



Dibalik kenyamanan, laptop menyimpan masalah lawas bagi penggunanya, yaitu baterai. Akhirnya, banyak yang menggunakan laptop sambil mengisi ulang bateray melalui listrik agar tetap bisa beraktivitas.

Akan tetapi, tidak sedikit pula yang memilih untuk mencopot dan langsung menghubungkan laptop ke sumber listrik. Menurut Teknisi Komputer dari Great Power Computer, Casei Bakrie, kedua cara tersebut sebenarnya memiliki resiko terhadap kinerja perangkat elektronik itu. Apabila memutuskan tetap memasang baterai, dalam jangka panjang baterai leptop bisa kembung dan kinerjanya mulai menurun.

Kalau daya baterai sudah penuh seratus persen tapi masih terus di-charge, nantinya baterai akan mudah panas dan cepat drop.

Sedangkan jika mencabut baterai ketika mengoprasikan laptop, resikonya justru jauh lebih besar. Sebab, listrik akan langsung menuju hardware tanpa adanya penyesuaian tenaga, sehingga komponen laptop menerima tegangan yang berlebih.

Untuk meminimalisir resiko, sebaiknya baterai tetap terpasang ketika laptop di operasikan. Namun, saat indicator power sudah menunjukan angka 99 persen sebaiknya segera cabut adaptor laptopnya.

Sebaliknya, apabila indicator sudah 20-10 persen, segera pasang kembali adaptornya. Sebab, kalau laptop dibiarkan mati total karena kehabisan daya/ tenaga berbahaya juga bagi kondisi baterai.

Biasanya akan muncul peringatan kalau tenaga baterai sudah berada dibawah 10 persen. Tapi kalau mau lebih aman, bisa pasang alarm untuk mengingatkan. Software untuk peringatan kondisi baterai banyak kok terutama yang saya rercomendasikan yaitu  Batteray4life. Softwarenya bisa di download dibawah artikel ini.

Namun demikian, ada beberapa vendor yang sudah mengantisipasi masalah tersebut. Missal, untuk beberapa produk Lenovo biasanya sudah diatur supaya tidak bisa mengii daya sampai 100 persen dan hanya berhenti di 99 persen.

Sedangkan untuk produk buatan Asus dan Acer. Umumnya menggunakan teknologi Auto Switch power. Dengan begitu, arus listrik akan otomatis terputus jika tenaga yang masuk sudah mencapai batas maksimal.

Buat laptop keluaran 2013 keatas biasanya sudah menggunakan teknologi ini, termasuk laptop yang memakai baterai jenis polymer.

Lebih lanjut, untuk mengetahui apakah baterai sudah megalami kerusakan dan penurunan kinerja, dapat dilihat dari indicator power yang terletak di pojok kanan bawah layar laptop. Jika terdapat tanda silang merah ketika laptop sedang di-charge meski baterai masih terpasang, maka itu adalah gejala kerusakan baterai.

Kalau ada tanda silang tapi baterai masih kuat bekerja selama 3-4 jam tanpa perlu diisi ulang, maka baterai masih bisa diperbaiki. Tapi, bila baterai hanya bertahan 30-40 menit tanpa tenaga tambahan, artinya kinerja baterai sudah menurun dan perlu diganti.

Namun, tidak usah kawatir karena saya punya solusi dengan menggunakan software pengingat baterai yang mengingatkan anda pada saat baterai laptop anda limit. 

Silakan klik link Batteray4life ini untuk mendownload.


Semoga bermanfaat...!!!

0 comments:

Post a Comment

Popular Post

Aryan Lexy 99© 2014. All Rights Reserved. Template By Seocips.com
SEOCIPS Areasatu Adasenze Tempate Tipeex.com